Sinergitas Tanpa Batas, Simbol Jiwa Korsa Pemerintah Kecamatan Remboken di Momentum Kemerdekaan

Berita Instansi Pemerintah 22 Aug 2026 22:03 2 min read 82 views By Garuda Buser indonesia
Sinergitas Tanpa Batas, Simbol Jiwa Korsa Pemerintah Kecamatan Remboken di Momentum Kemerdekaan
Sinergitas Tanpa Batas, Simbol Jiwa Korsa Pemerintah Kecamatan Remboken di Momentum Kemerdekaan REMBOKEN, MINAHASA –   Kecamatan Remboken...

Sinergitas Tanpa Batas, Simbol Jiwa Korsa Pemerintah Kecamatan Remboken di Momentum Kemerdekaan REMBOKEN, MINAHASA –

 

Kecamatan Remboken tidak sedang berpuas diri dengan potensi yang ada. Di bawah terik matahari momentum kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sebuah pesan kuat tentang perubahan dan kemajuan masa depan dikirimkan langsung dari tanah Remboken. Sebuah potret sarat makna menampilkan barisan solid Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) berdiri bahu-bahu bersama 11 Hukum Tua (Kepala Desa) se-Kecamatan Remboken. Menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap,

 

Formasi ini bukan sekadar formalitas seremonial tahunan, melainkan simbol "Jiwa Korsa" dan komitmen satu komando untuk menggebrak pembangunan di wilayah tersebut. Menghancurkan Ego Sektoral Demi Kemajuan Desa Selama ini, tantangan terbesar pembangunan daerah sering kali terbentur oleh ego sektoral antarinstansi atau antar-desa. Namun, pemandangan di Remboken kali ini berbicara sebaliknya. Kehadiran Camat Remboken,

 

Eightmi Ane Moniung, bersama jajaran kepolisian (Polsek) dan TNI (Danramil) yang mengapit erat 11 Hukum Tua menyiratkan runtuhnya sekat-sekat birokrasi tersebut. Sinergitas tanpa batas ini menjadi fondasi krusial bagi Remboken yang sedang memacu diri di berbagai sektor strategis. Mulai dari optimalisasi sektor pariwisata yang berbasis keindahan Danau Tondano,

 

Peningkatan infrastruktur jalan lingkar desa, hingga penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian dan perikanan yang menjadi urat nadi perekonomian warga lokal. Hukum Tua Sebagai Ujung Tombak Eksekusi Dalam akselerasi ini, 11 Hukum Tua memegang peranan paling vital. Sebagai pemimpin yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mereka dituntut untuk bertindak cepat, transparan, dan inovatif dalam mengelola

 

Dana Desa. Momentum kemerdekaan ini dijadikan titik balik bagi para kepala desa untuk memastikan bahwa kemandirian ekonomi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat di akar rumput. "Ini bukan lagi masanya untuk bekerja sendiri-sendiri atau sekadar menjalankan rutinitas birokrasi yang kaku. Remboken memiliki potensi luar biasa.

 

Melalui kebersamaan Forkopimcam dan jiwa korsa para Hukum Tua, kita punya kekuatan penuh untuk mengejar ketertinggalan dan membawa kecamatan ini menjadi barometer kemajuan di Kabupaten Minahasa," tegas jajaran pemerintah kecamatan dalam sebuah kesempatan. Dengan barisan pemimpin yang kompak, responsif, dan visioner, masyarakat Kecamatan Remboken kini menaruh harapan besar. Foto bersama serba putih tersebut seakan menjadi janji suci di hari kemerdekaan: bahwa seluruh elemen pemerintah siap bekerja bersih, tulus, dan bergerak total demi satu tujuan, yaitu Remboken yang maju, sejahtera, dan mandiri.

 

Di terbitkan oleh kantor redaksi Garuda Buser indonesia 

Chat with us on WhatsApp